Tuesday, September 16, 2008

Hidroponik NFT, Sayuran keluaga & Sayuran Komersil



Tulisan ini, lagi-lagi saya persembahkan kepada pembaca blog, atas banyaknya email yang masuk, memohon menulis tentang Hidroponik NFT sekala hoby rumahan dan komersial.

NFT (Nutrient Film Technique) adalah salah satu sistem dalam budidaya secara hidroponik. Sistem ini menggunakan media air yang mengandung nutrisi, dan air tersebut mengalir tipis rata-rata 0.5 mm - 3 mm, tipis seperti film. sedangkan akar terendam sebagian. Tetapi sistem ini pun sudah sangat berkembang dan di modifikasi dengan berbagai teknik, sebagian besar aliran air nutrisi tanaman mengailir dan embali lagi di alirkan (circulating).Hidroponik NFT pertama kali muncul di Inggris pada tahun 1970, dan sepengetahuan saya sistem ini mulai masuk di Indonesia tahun 1992.

Mari kita tanam Kailan atau Lettuce di halaman, atau di dek atas rumah, dengan Hidrponik NFT

Desain NFT
Buat Rak dengan tinggi 1-1.5m ukurn 3x2m, dan letakan atau pasang talang/pvc yang sebelumnya sudah diberi lubang ukuran 2-3 cm dengan jarak 15-20 cm. Letakan di atas rak dengan kemiringan 1-7%, kemiringan dimaksudkan agar nutrisi mengalir mengikuti gravitasi.
Tutuplah disemua ujung Talang/PVC dengan ENDPLUG PVC, kemudian lubangi pada Endplug yang paling rendah (kemiringan)dan sambungkan dengan peralon PVC 1/4 inc dan alirkan ke bawah menuju bak Unit Pompa Nutrisi.

Lebih Jelasnya lihat gambar


SEMAI /PEMBIBITAN
Siapkan Tray semai dan media (cocopeat/arang sekam/rockwool), basahi dengan air bersih sampai lembab.
Msukan benih Lettuce atau kailan kedalam lubang Tray, Kemudian tutup dengan plastik hitam supaya tidak terkena sinar matahari langsung. Simpan ke ruangan yang aman.
3-4 hari kemudian buka plastik dari Tray, dan benih sudah mulai tumbuh.
Tempatkan diruang terbuka, tetapi tidak langsung terkena sinar matahari, semprot dengan air memakai hand sprayer untuk tetap lembab.


Gambar Semai,


Gambar tray ditutup plastik


Gabar Benih berkecambah


gambar Bibit Siap Pindah ke Talang/PVC.

12 comments:

SumarNo said...

Terima kasih inpormasinya Mr.
bagi saya yang masih awan, kayaknya mesti sowan/berkunjung baru mudeng (baik cara maupun biaya)
kapan2 boleh main kan Mr.?
Tx for all

emirgarden said...

Blog dengan informasi yang menarik. Kayanya saya baru sekarang nemu blog dengan content hidroponik. Thanks

hoki said...

thanks tulisannya sungguh menarik buat aku nyoba berhidroponik skala rumahan.
Tolong infonya bagaimana mendapatkan pupuk hidroponik A&B Mix

nadia said...

kalau mau beli pupuk hidroponik baiknya merk apa? Saya tinggal di bandung, di toko mana kira-kira bisa didapatkan pupuk tersebut?
Saya mencoba menanam hidroponik caisim, ternyata setelah satu bulan masih kecil, pertumbuhannya sangat lambat dibanding di tanah.
Kira-kira kesalahan apa yang terjadi?

email saya : caseclair3@gmail.com

Tofan Fadriansyah said...

kalau pengen beli garam2x kimia untuk membuat nutrisi hidroponik dimana ya pak??

mr_edsu said...

untuk membeli Nutrisi Hidroponik, atau bahan pupuk untuk hidroponik bisa ke www.agrifam.com.
Atau Telp. 0251-7194243 Email: info@agrifam.com

truly said...

mas,mungkinkah cabe merah keriting dihidroponikkan?

haryoshi said...

nice post....!!!!

visit me ok...
fmipa unand

anita said...

pengen nyoba hidroponik di teras rumah..bisa gak ya kalo untuk jenis bunga gitu

Anonymous said...

Gan infonya sip bgt, Gan kalau cara menghubungkan pipa paralon dengan selang penetes ke talang caranya bagaimana, adakah alat dan bahan khusus, kalau di bandung dimanakan tempat yang menjualnya. salam hidro :) deni - Bandung

Saiful said...

Bagus infonya.....tapi sy ingin tanya bagaimana cara untuk memasukkan kembali nutrisi ke dalam talang dari bak penampungan?

Saiful said...

Satu lagi gan....apakah media tanam (rockwool) harus terendam dalam cairan nutrisi?